post image

Lapas Piru Perkuat Pembinaan, Warga Binaan Dibekali Edukasi Kesehatan Mental

  • Administrator
  • 04 Sep 2026
  • DAERAH
  • 27 Lihat

Piru,CM — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan dengan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan mental. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan JUMPA KESAN (Jumat Pagi Kesehatan Menyapa) yang digelar di Aula Lapas Piru, Jumat (4/9).

Kegiatan ini menjadi langkah promotif Lapas Piru dalam meningkatkan kesadaran Warga Binaan terhadap kesehatan mental, sekaligus membekali mereka dengan pemahaman dalam mengenali kondisi psikologis selama menjalani masa pembinaan.

Edukasi dilaksanakan oleh tenaga kesehatan Lapas Piru bersama peserta magang dengan melibatkan Kepala Subseksi Keamanan, Williams Lelapary, selaku mentor. Materi disampaikan oleh peserta magang yang berperan sebagai psikiater dan psikolog, mulai dari pengenalan kesehatan mental hingga cara menjaga kondisi psikologis dalam menghadapi tekanan kehidupan sehari-hari.

Peserta magang dengan posisi psikiater, Qiramani Sary, mengatakan kemampuan mengenali perubahan emosi dan kondisi diri menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan mental.

“Ketika seseorang mampu mengenali perubahan emosi dan kondisi dirinya, ia akan lebih mudah menentukan cara yang tepat untuk menghadapi tekanan dan mencari bantuan apabila diperlukan,” ujarnya.

Senada, Perawat Lapas Piru, Ns. Suryani, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan tidak sebatas penanganan kondisi fisik, tetapi juga mencakup aspek psikologis.

“Pelayanan kesehatan bukan hanya tentang menangani keluhan fisik, tetapi juga memberikan edukasi agar Warga Binaan memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk menjaga kesehatan mentalnya,” tuturnya.

Untuk membuat materi lebih mudah dipahami, edukasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab serta Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) melalui permainan mitos dan fakta. Metode interaktif ini memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk menguji pemahaman sekaligus meluruskan berbagai informasi keliru yang masih berkembang mengenai kesehatan mental.

Williams Lelapary menilai kondisi mental yang sehat turut berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembinaan.

“Kondisi mental yang baik akan membantu Warga Binaan mengikuti pembinaan dengan lebih tenang, tertib, dan mampu membangun hubungan yang positif dengan lingkungan,” katanya.

Salah seorang Warga Binaan berinisial S mengaku mendapatkan pemahaman baru melalui kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini membuat saya lebih paham bahwa kita harus bisa membedakan informasi yang benar dan yang hanya menjadi anggapan tentang kesehatan mental,” ungkapnya.

Tak berhenti pada edukasi, Lapas Piru juga menyiapkan langkah lanjutan melalui skrining rehabilitasi bagi seluruh Warga Binaan baru sesuai arahan Dirwatkesrehab. Skrining tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi Tahun Anggaran 2026.

Terpisah, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan komitmen jajarannya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin komprehensif.

“Kami terus mendorong pelayanan kesehatan yang menyeluruh, termasuk aspek mental, agar Warga Binaan dapat menjalani pembinaan secara optimal dan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Melalui JUMPA KESAN serta tindak lanjut skrining rehabilitasi, Lapas Piru menegaskan bahwa kesehatan mental menjadi bagian penting dalam membangun proses pembinaan yang sehat, kondusif, dan berkelanjutan.( CM/ML/**)

0 Komen