post image

Perkuat Pembinaan Keagamaan, Lapas Namlea Tingkatkan Pemahaman Al-Qur’an Warga Binaan

  • Administrator
  • 04 Sep 2026
  • DAERAH
  • 27 Lihat

Namlea,CM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea terus memperkuat pembinaan kepribadian melalui peningkatan kesadaran beragama bagi warga binaan. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Buru dalam kegiatan pendalaman nilai-nilai Al-Qur’an di Masjid Sultan Al-Akhyar, Jumat (4/9).

Kegiatan yang diikuti ratusan warga binaan beragama Islam tersebut menghadirkan penyuluh Kemenag Kabupaten Buru, Muhammad Arifin Hafizh dan Rosnawati, yang didampingi staf Subseksi Pembinaan Lapas Namlea.

Pelaksana Harian Kepala Lapas Namlea, Sofian Ahmad, mengatakan pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran diri warga binaan selama menjalani masa pidana. Menurutnya, pendekatan spiritual diharapkan dapat mendorong perubahan pola pikir, sikap, dan perilaku warga binaan ke arah yang lebih baik.

“Untuk berubah, kita perlu menyentuh warga binaan dari sisi agama dan keyakinan. Dengan pendekatan berbasis spiritual, warga binaan akan tersentuh dan mengingat kembali Sang Penciptanya sehingga menjauhi segala perbuatan dan perilaku tercela,” ujar Sofian.

Ia menambahkan, pembinaan kerohanian dilaksanakan secara konsisten dengan pendekatan persuasif dan humanis. Hal tersebut dilakukan agar warga binaan tidak hanya mendapatkan pengetahuan agama, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena itu, kami secara konsisten merutinkan kegiatan pembinaan kerohanian dengan metode persuasif atau ajakan secara humanis,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Arifin Hafizh memberikan pembelajaran dasar Al-Qur’an, mulai dari tata cara pengucapan dan penulisan huruf Hijaiyah, ilmu tajwid, hingga makharijul huruf.

Arifin menjelaskan, materi diberikan secara bertahap melalui kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan dua kali dalam sebulan. Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap warga binaan dapat memahami materi dengan baik sesuai kemampuan masing-masing.

“Banyak agenda yang kita pelajari secara bertahap dan kita lakukan terhadap satu per satu warga binaan agar mereka betul-betul memahami dan pandai membaca Al-Qur’an. Kami juga sangat mengapresiasi semangat dan antusiasme warga binaan dalam belajar dan berubah meskipun tengah menjalani masa hukumannya,” ungkap Arifin.

Sementara itu, salah satu warga binaan, RU, mengaku bersyukur dapat memperoleh pembelajaran agama secara lebih intensif selama berada di Lapas. Menurutnya, berbagai kegiatan seperti salat, mengaji, dan berdzikir membantunya memperbaiki diri serta meningkatkan semangat beribadah.

“Kami akui selama di Lapas kita lebih disibukkan dengan kegiatan salat, mengaji, berdzikir, dan mempelajari ilmu agama. Tentunya ini sangat berbeda pada saat berada di luar sebelumnya. Semoga kebiasaan ini terus saya lakukan dan konsisten untuk meningkatkan kualitas kepribadian dan perilaku saya,” tutur RU.

Melalui pembinaan kerohanian yang dilakukan secara berkelanjutan, Lapas Namlea berkomitmen menjadikan pembinaan keagamaan sebagai salah satu instrumen dalam membentuk warga binaan yang memiliki kesadaran spiritual, kepribadian positif, serta kesiapan untuk kembali ke tengah masyarakat. ( CM/ML/**)

0 Komen