Maluku Tuan Rumah FGD APPSI 2026, Bahas Penguatan Orange Economy Nasional
- Administrator
- Rabu, 03 Juni 2026 13:11
- 12 Lihat
- PEMERINTAHAN
Ambon,CM – Provinsi Maluku menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (3/6/2026).
Forum tersebut menjadi wadah strategis bagi pemerintah provinsi se-Indonesia untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam sambutan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Maluku sebagai tuan rumah penyelenggaraan FGD APPSI 2026.

Menurutnya, Maluku tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan, tetapi juga rumah bersama bagi seluruh daerah yang memiliki semangat dan tujuan yang sama dalam membangun Indonesia.
“Forum ini harus menjadi ruang untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, dan solusi guna memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung agenda pembangunan nasional,” ujar Hendrik.
Ia menegaskan, keberagaman karakteristik, tantangan, dan potensi setiap provinsi harus menjadi kekuatan untuk memperkuat kolaborasi antardaerah. Laut Maluku yang menghubungkan ribuan pulau, lanjutnya, menjadi simbol persatuan dan kerja sama dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Hendrik berharap FGD APPSI 2026 dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif sekaligus mempererat hubungan antarpemerintah daerah dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.
Sementara itu, Ketua Umum APPSI yang juga Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, mengatakan APPSI memiliki peran penting sebagai wadah koordinasi dan komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Menurut Rudy, forum tersebut menjadi ruang membahas berbagai isu strategis pembangunan guna menghasilkan solusi yang efektif dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, APPSI Tahun 2026 mengusung tema “Memperkuat Ekosistem Orange Economy: Integrasi Sektor Pertanian, Maritim, dan Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Pertumbuhan Regional.”
Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap tantangan global sekaligus upaya mengoptimalkan potensi unggulan daerah.
Rudy mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen. Capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi nasional yang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antarwilayah dan pengembangan sektor-sektor produktif.
“Integrasi sektor pertanian, maritim, dan ekonomi kreatif harus diwujudkan dalam kebijakan dan program nyata yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Rudy.
FGD APPSI 2026 diharapkan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang memperkuat posisi daerah sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjadi jembatan aspirasi daerah kepada pemerintah pusat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Ketua Dewan Pakar APPSI Ryaas Rasyid, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan Muchlis Hamdi, unsur Forkopimda Maluku, Direktur Eksekutif APPSI Ismiati, Sekretaris Daerah Maluku, para narasumber, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, serta tamu undangan lainnya.( CM/ML/**)