Gubernur Maluku Tantang 1.036 Lulusan Unpatti Jadi Agen Perubahan di Era Society 5.0

  • Administrator
  • Rabu, 29 Juli 2026 14:33
  • 8 Lihat
  • PEMERINTAHAN

AMBON – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menantang 1.036 lulusan Universitas Pattimura (Unpatti) untuk tidak sekadar mengejar karier, tetapi tampil sebagai agen perubahan yang berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat di era Society 5.0.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur melalui Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, saat membacakan sambutan pada Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas Pattimura dalam rangka Wisuda Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor Periode Juli 2026 di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Rabu (29/7/2026).

Sebanyak 1.036 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan setelah menyelesaikan pendidikan pada jenjang Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada para lulusan atas perjuangan dan kerja keras yang telah mengantarkan mereka meraih gelar akademik. Penghargaan juga diberikan kepada sivitas akademika Universitas Pattimura yang dinilai konsisten melahirkan sumber daya manusia berkualitas, serta kepada para orang tua dan keluarga yang menjadi pilar utama keberhasilan para lulusan.

Menurut Lewerissa, dunia kini memasuki era Society 5.0, di mana teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan digitalisasi berkembang sangat cepat. Kondisi tersebut menuntut hadirnya generasi yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, dan kepedulian sosial.

"Tantangan utama di era Society 5.0 adalah bagaimana menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan peran manusia, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta mengateeee asi kesenjangan digital antarwilayah. Gelar akademik yang saudara-saudari sandang hari ini harus dimaknai sebagai tanggung jawab moral dan intelektual untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa," demikian kutipan sambutan Gubernur.

Ia menegaskan, kecerdasan intelektual semata tidak lagi cukup untuk menghadapi dinamika zaman. Karakter, etika, empati, serta integritas harus menjadi fondasi utama agar para lulusan mampu menjadi pemimpin yang dipercaya dan membawa perubahan positif.

Gubernur juga mendorong para lulusan untuk menjadi problem solver yang mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki guna menjawab berbagai tantangan pembangunan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, menaruh harapan besar kepada generasi muda untuk terus berinovasi, membangun kolaborasi, dan memanfaatkan teknologi sebagai motor percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Meski demikian, Gubernur mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak menggerus jati diri bangsa. Nilai-nilai budaya, etika, dan kearifan lokal harus tetap dijaga sebagai identitas yang membedakan Indonesia di tengah arus globalisasi.

Mengakhiri sambutannya, Lewerissa mengajak seluruh lulusan, sivitas akademika, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan visi "Transformasi Menuju Maluku yang Adil dan Sejahtera Menyongsong Indonesia Emas 2045."

Wisuda tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Maluku, pimpinan Universitas Pattimura, sivitas akademika, para dosen, orang tua wisudawan, serta tamu undangan lainnya. ( CM/ML/**)

Komentar

0 Komentar