Peringati Harkitnas Ke-118, Lapas Wahai Teguhkan Semangat Pembinaan Demi Jaga Tunas Bangsa
- Administrator
- Rabu, 20 Mei 2026 20:14
- 6 Lihat
- HUKUM
Wahai, CM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di lapangan upacara Lapas Wahai pada Rabu,( 20/05/2026). Kegiatan tersebut diikuti seluruh jajaran pegawai serta perwakilan Warga Binaan dengan penuh khidmat.
Mengusung tema nasional “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Kepala Lapas (Kalapas) Wahai, Tersih Victor Noya, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus menyampaikan amanat tentang pentingnya momentum kebangkitan nasional sebagai refleksi perjuangan bangsa di era modern.
Menurutnya, sejarah lahirnya Boedi Oetomo pada tahun 1908 menjadi tonggak awal tumbuhnya kesadaran persatuan kaum terpelajar Indonesia.
“Jika dahulu perjuangan berfokus pada perlawanan fisik, maka di era modern ini tantangan telah bertransformasi menjadi perjuangan intelektual, penguatan literasi digital, serta perlindungan terhadap generasi muda,” ungkap Tersih.
Dalam amanat resmi Menteri Komunikasi dan Digital RI yang dibacakan pada upacara tersebut, ditekankan pentingnya menjaga “tunas bangsa” dari berbagai ancaman yang dapat merusak moral serta masa depan generasi penerus bangsa.
Kalapas Wahai menegaskan bahwa nilai-nilai dalam tema Harkitnas juga sejalan dengan tugas pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan terhadap Warga Binaan bukan sekadar proses menjalani hukuman, melainkan bentuk ikhtiar kemanusiaan untuk mengembalikan individu menjadi pribadi yang produktif, berkarakter, dan berdaya saing.
“Pembinaan terhadap Warga Binaan tidak hanya dilihat sebagai proses pemidanaan, melainkan ikhtiar kemanusiaan untuk menyelamatkan dan mengembalikan individu agar kembali menjadi bagian dari tunas bangsa yang produktif, berkarakter, serta berdaya saing,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Lapas Wahai terus mengoptimalkan berbagai program pembinaan, mulai dari pembinaan kemandirian, pendidikan karakter, hingga peningkatan spiritual seperti pembelajaran membaca huruf Hijaiyah bagi Warga Binaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang humanis dan memberikan kesempatan kedua bagi setiap warga binaan untuk memperbaiki diri.
Pelaksanaan upacara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk memperkuat semangat persatuan dan nilai-nilai kebangkitan nasional di seluruh lapisan masyarakat. Semangat Harkitnas diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh petugas dan Warga Binaan Lapas Wahai untuk terus menjaga integritas, berkarya, dan berkontribusi menuju Indonesia yang maju, adil, dan berdaulat.( CM/ML/**)