Mencuat Di Permukaan SK Bodong, Kepala BKSDM Kota Ambon Bohongi Pimpinan dan Publik?
Ambon, CM- Pemeritah Kota Ambon, bahkan publik (Masyarakat) dibuat kaget dengan mencuat adanya Surat Keputusan ( SK )Bodong yang melibatkan sejumlah aparatur sipil negara ( ASN) dalam lingkup Pemerintah Kota Ambon. Bahkan munculnya kasus SK pemalsuan (bodong), Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kota Ambon, Steven Domingus di depan media menegaskan pada jumat, (16/10/2026) dengan tegas menyatakan bahwa dirinya baru mengetahui ada SK palsu (Bodong) yang beredar disejumlah ASN Pemkot Ambon.
Bahkan keterangan Kepala BKSDM Kota Ambon, yang sempat menjadi tanyaan sebagian publik kini beritanya menghilang pada kolom salah satu media lokal Kota Ambon.
Yang mana, dalam keterangan pada media dirinya menegaskan bahwa Ia (Kepala BKSDM) baru mengetahui kasus SK bodong. Namun itu bertolak belakang dengan sumber media Citra Maluku.
Kepada Citra Maluku, minggu (18/10-2026) sumber yang engan namanya dipublikasikan menegaskan bahwa. Awal SK bodong ini itu terjadi sejak awal bulan Juli 2026 kemarin. Dimana saat ini sejumlah ASN yang SK diduga bodong melakukan komplen ke pihak BKSDM Kota Ambon.
“Itu tidak benar apa yang disampaikan oleh kepala BKSDM Kota Ambon, Steven Domingus bahwa dirinya baru menggetahui adanya SK bodong. Sebab masalah ini dirinya sudah menggetahui itu di bulan Juli”tutur sumber yang merupakan salah satu pegawai di lingkup Pemkot Ambon yang engan namanya dipublikasikan.
Menurutnya, pada bulan Juli saat sejumlah Pegawai (Guru) melakukan komplen untuk mempertanyakan SK mereka, sempat kepala BKSDM melakukan pertemuan dengan sejumlah pelapor dan staf BKDSM yang saat ini viral.
“Pada bulan juli sampai dengan pertemuan terakhir itu kalau tidak salah bulan september. Para pihak terkait bahkan G dan L suami istri yang disebut-sebut terlibat dalam obrolan-obrolan publik ikut hadir dan itu pun ada kepala BKSDM Kota Ambon. Jadi kalau ia bilang baru menggetahi itu tidak benar dan seakan yang bersangkutan melakukan pembohongan kepada pimpinannya dan publik”tegasnya.
Untuk itu terkait dengan berita yang beredar di publik atau media masa, bahwa salah satu staf BKSDM (L) dan istrinya G terlibat kata sumber itu harus ditinjau kembali oleh para pihak.
“Oooo tidak benar saudara LR dia adalah staf admin di Sasaran Kinerja Pegawai(SKP). Dia tidak sama sekali tidak terlibat untuk menerbitkan SK. Yang mengurusi SK ditujukan kepada admin yang mengurus kenaikan pangkat yaitu ada pada staf saudara JM yang saat ini dipindahkan ke kelurahan Ahusen”bebernya.
Olehnya kata dia, kalau mau dibilang orang yang sangat bertanggung jawab dalam SK bodong ini dan itu kalau kepala BKDSM Kota Ambon mau ungkap itu ada pada staf admin kinerja. Dan kasus ini sempat gemparkan ruang kantor BKDSM kota ambon, karena saudara LR dengan geram namanya terbawah-bawah kendati dirinya dan rekan-rekan yang lain tahu bahwa JM adalah orang yang menggurus SK dari sejumlah ASN.
Ia menegaskan orang yang harus dipertanyakan adalah JM yang merupakan admin mutasi pegawai yang saat itu sempat dipukul oleh saudara LR dan saat ini juga telah dimutasi ke kelurahan Ahusen.
Olehnya Ia berharap, Pemerintah Kota Ambon dalam hal ini kepala BKSDM harus berkata jujur untuk ungkap siapa pelaku yang harus bertanggung jawab bukan membela yang bersangkutan. Bahkan JM juga disebut-sebut menerima sejumlah uang dari para guru yang terindikasi Sk-nya bodong.(CM/99)
0 Komen