“Beranda Mesra” Jadi Oase Literasi, Lapas Wahai Bentuk Karakter Warga Binaan

  • Administrator
  • Kamis, 16 April 2026 17:13
  • 2 Lihat
  • HUKUM

Wahai, CM- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus memperkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan melalui pengembangan literasi. Salah satunya diwujudkan lewat kehadiran Perpustakaan “Beranda Mesra” yang kini menjadi pusat edukasi sekaligus ruang transformasi karakter. Perpustakaan ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar yang mendorong pengayaan wawasan dan pembentukan pola pikir positif selama masa pembinaan.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan literasi memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian Warga Binaan. Menurutnya, membaca tidak sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga membantu membangun cara berpikir yang lebih matang.

“Literasi menjadi fondasi penting dalam menumbuhkan kesadaran diri, tanggung jawab, serta kesiapan Warga Binaan untuk kembali berperan di tengah masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/4).

Ia juga menambahkan bahwa pemenuhan akses terhadap bahan bacaan merupakan bagian dari hak Warga Binaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

“Literasi bukan hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memperkuat karakter dan kesiapan reintegrasi sosial,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, menyebut perpustakaan “Beranda Mesra” dirancang sebagai ruang yang nyaman dan kondusif untuk mendukung pembinaan berkelanjutan.

“Kami ingin menjadikan membaca sebagai kebiasaan positif. Perpustakaan ini bukan hanya tempat meminjam buku, tetapi juga ruang diskusi dan pengembangan diri,” jelasnya.

Antusiasme Warga Binaan terhadap program ini pun terus meningkat. Salah satu Warga Binaan, AD, mengaku kini lebih sering menghabiskan waktu di perpustakaan.

“Buku-bukunya cukup lengkap. Selain menambah ilmu, membaca juga jadi hiburan agar pikiran tetap positif,” ungkapnya.

Upaya penguatan literasi ini mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menilai program tersebut sejalan dengan tujuan sistem pemasyarakatan.

“Literasi merupakan kunci pembinaan intelektual. Ini adalah praktik baik yang perlu terus dikembangkan karena berdampak positif jangka panjang,” ujarnya.

Ke depan, Lapas Wahai berkomitmen untuk terus memperkaya koleksi Perpustakaan “Beranda Mesra”, mulai dari buku pengetahuan umum, keagamaan, keterampilan, hingga bacaan motivasi. Melalui fasilitas ini, Warga Binaan diharapkan dapat mengisi waktu secara produktif, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan bekal pengetahuan dan karakter yang lebih baik.(CM/Ml/**)

Komentar

0 Komentar