post image

Panen 110 Kg Tomat Hibrida, Warga Binaan Lapas Namlea Buktikan Hasil Pembinaan Produktif

  • Administrator
  • 05 Sep 2026
  • DAERAH
  • 30 Lihat

Namlea,CM – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali membuahkan hasil. Warga binaan berhasil memanen 110 kilogram tomat hibrida dari lahan demonstration plot (demplot) yang dikembangkan bersama Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS), Sabtu (5/9).

Panen tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembinaan keterampilan pertanian yang diberikan kepada warga binaan mampu menghasilkan kegiatan produktif sekaligus memberikan nilai ekonomi.

Pelaksana Harian Kepala Lapas Namlea, Sofian Ahmad, mengatakan kerja sama dengan YBTS diarahkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian modern yang praktis, produktif, dan efisien.

“Ada lahan yang dipilih oleh petugas YBTS untuk dijadikan lahan demplot atau percontohan. Di lahan itu, warga binaan diajarkan menanam tanaman tomat dari awal sampai pada masa panen dan Alhamdulillah berhasil lewat panen hari ini,” ujar Sofian.

Menurutnya, keberhasilan panen tersebut tidak terlepas dari proses pendampingan yang dilakukan sejak tahap persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga masa panen.

Field Officer YBTS, M. Busrolana, menjelaskan, sebanyak 110 kilogram tomat berhasil dipanen setelah mendapatkan perawatan intensif selama masa pertumbuhan.

“Pada lahan demplot, kita aplikasikan metode pertanian yang intensif agar tanaman tumbuh dengan produktif. Kami bersama warga binaan terus melakukan perawatan selama masa pemeliharaan tanaman. Hal ini dilakukan untuk memastikan lahan percontohan ini bisa berhasil dan mencapai hasil yang memuaskan,” ungkapnya.

Busrolana mengapresiasi kerja keras warga binaan yang konsisten merawat tanaman hingga menghasilkan panen. Ia menilai capaian tersebut menjadi keberhasilan bersama dalam proses pendampingan pertanian.

“Kerja keras warga binaan luar biasa karena mampu memberikan perawatan yang mampu membuat tanaman tumbuh hingga masa panen. Kami selaku pihak YBTS juga turut bangga atas keberhasilan kami membimbing warga binaan,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan Pembinaan Kemandirian Lapas Namlea, Sulaiman Sia, mengatakan hasil panen akan dipasarkan kepada pengepul sayuran yang selama ini menjadi mitra penjualan Lapas Namlea.

Menariknya, hasil dari budidaya tersebut juga dikelola dengan skema pembagian yang memberikan manfaat bagi keberlanjutan program sekaligus warga binaan yang terlibat.

“Omsetnya akan dibagi jadi 70 persen untuk modal Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sementara 30 persen untuk premi atau upah kerja bagi warga binaan yang terlibat dalam budidaya dan dibagikan secara merata,” jelas Sulaiman.

Keberhasilan panen tomat hibrida ini diharapkan semakin memperkuat pembinaan kemandirian di Lapas Namlea, sekaligus menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan agar memiliki kemampuan produktif yang dapat dikembangkan setelah kembali ke tengah masyarakat. ( CM/ML/**)

0 Komen