Rutan Ambon Kembangkan Budidaya Lele dan Ayam Kampung, Perkuat Ketahanan Pangan
Ambon,CM- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan program pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan. Upaya tersebut diwujudkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon melalui budidaya ikan lele dan peternakan ayam kampung, Selasa (27/10).
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, bersama jajaran meninjau pengembangan kegiatan produktif tersebut, termasuk penebaran ratusan benih ikan lele di kolam penangkaran dan panen telur ayam kampung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi pangan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan.
Ricky Dwi Biantoro menekankan pentingnya pengelolaan program ketahanan pangan secara konsisten agar memberikan manfaat nyata, baik dalam mendukung ketersediaan pangan maupun meningkatkan keterampilan warga binaan. Menurutnya, pengembangan sektor perikanan dan peternakan dapat menjadi sarana pembinaan yang memberikan pengalaman praktis kepada warga binaan. Melalui keterlibatan langsung dalam proses produksi, warga binaan diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Program ketahanan pangan harus dikelola secara berkelanjutan dan berorientasi pada hasil. Selain mendukung ketersediaan pangan, kegiatan ini juga harus memberikan nilai pembinaan melalui keterlibatan aktif warga binaan, sehingga mereka memperoleh keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ujar Ricky.
Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, menjelaskan bahwa pengembangan budidaya ikan lele dan peternakan ayam kampung merupakan upaya mengoptimalkan potensi yang tersedia untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian.
Meta Putra menyampaikan bahwa kegiatan produktif tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan kerja warga binaan melalui aktivitas yang terencana dan berkelanjutan.
“Melalui budidaya ikan lele dan peternakan ayam kampung, kami berupaya mengembangkan kegiatan pembinaan yang produktif dan memberikan manfaat nyata. Warga binaan dilibatkan dalam proses pemeliharaan sehingga mereka dapat mempelajari keterampilan yang berpotensi dikembangkan secara mandiri setelah kembali ke masyarakat,” jelas Meta.
Dalam pelaksanaannya, budidaya ikan lele memanfaatkan kolam penangkaran yang telah disiapkan di lingkungan Rutan Ambon. Ratusan benih ikan yang ditebar selanjutnya memasuki tahap pemeliharaan dan pembesaran hingga mencapai ukuran panen. Proses tersebut meliputi pengelolaan pakan, pemantauan kualitas air, pemeliharaan kebersihan kolam, serta pengawasan pertumbuhan ikan secara berkala.
Warga binaan dilibatkan dalam tahapan budidaya untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai pengelolaan perikanan air tawar. Keterlibatan ini diharapkan meningkatkan keterampilan teknis sekaligus menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.
Sementara itu, panen telur ayam kampung menjadi salah satu hasil dari kegiatan peternakan yang dikembangkan Rutan Ambon. Kegiatan tersebut menunjukkan potensi sektor peternakan dalam mendukung penyediaan sumber pangan sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan mengenai pengelolaan ternak secara berkelanjutan.
Ia mendorong agar program serupa terus dikembangkan melalui pengelolaan yang terukur, pemanfaatan sarana secara optimal, dan peningkatan partisipasi warga binaan. Evaluasi proses produksi dan pemeliharaan juga diperlukan untuk menjaga keberlangsungan program serta meningkatkan hasil yang diperoleh.
Ditjenpas Maluku terus memperkuat pembinaan kemandirian yang selaras dengan upaya mendukung ketahanan pangan. Program ini diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan, baik melalui produktivitas pangan maupun peningkatan keterampilan warga binaan sebagai bekal untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat. (CM/ML/**)
0 Komen