post image

45 Menit Di Lokasi Pijat Lestari, Pria Paruh Baya Tutup Usia

  • Administrator
  • 27 Okt 2026
  • HUKUM
  • 122 Lihat

Ambon, CM- Seorang pria paruh baya dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami kondisi lemas, darurat saat berada di tempat pijat Lestari, yang berlokasi di Jalan Rotan, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Korban (pria paruh baya) sempat dievakuasi dari lantai II tempat pijat tersebut dan dilarikan ke Rumah Sakit GPM.

Dari data yang berhasil di himpun Media Grub Citra Maluku, pada selasa (27/10-26) siang , korban mendatangi tempat pijat tersebut sekitar pukul 19.00 WIT. Namun, sekitar pukul 19.45 WIT, korban dievakuasi oleh sejumlah orang dari lantai II tempat pijat tersebut.

Mencuat dipublik, korban diduga melakukan pijat plus-plus di lokasi tersebut (Pijat Lestari).

Bahkan pihak pengelola tempat pijat Lestari yang dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa darurat tersebut.

Namun, mereka menyatakan korban tidak meninggal dunia di lokasi, melainkan setelah dibawa ke Rumah Sakit GPM.

"Dia tidak meninggal disini. Dia datang pijit, lalu masuk kamar mandi dan tiba-tiba keluar sudah lemas. Kemudian kita bawa ke RS,"ujar seorang wanita yang ada di lokasi pijit tersebut.

Dalam proses evakuasi korban, disebutkan terdapat seorang anggota polisi bernama Budi Kresna dari Polsek KPYS Ambon. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa yang bersangkutan bertugas menjaga dua lokasi tempat pijat tersebut.

Saat dikonfirmasi, Budi Kresna membenarkan adanya peristiwa itu. Dan Ia mengaku dihubungi oleh pihak tempat pijat dan kemudian mendatangi lokasi kejadian. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti identitas korban.

“Beta seng jaga disitu. Beta hanya biasa duduk disitu dan sudah kenal baik dengan bosnya,"katanya.

Dia juga mengaku tidak secara langsung mengevakuasi korban sehingga tidak mengetahui pasti.

"Beta seng angkat korban, ada orang lain yang angkat dan dilarikan ke RS. Tadinya mau dibawa ke RS Al-fatah, tapi penuh. Lalu mau ke RST, tapi penuh juga, dan akhirnya dilarikan ke GPM,” ujar Budi saat dikonfirmasi.

Ketika ditanya mengenai informasi yang menyebutkan korban merupakan seorang pemuka agama, Budi mengaku tidak mengetahuinya.

Menurut dia, identitas korban yang diserahkan kepada pihak rumah sakit berupa KTP disampaikan oleh tukang pijat yang bersangkutan.

"Tukang pijit yang buka antua KTP kasih ke pihak RS,"katanya.

Budi juga mengatakan bahwa peristiwa tersebut telah disampaikan kepada pihak Polsek Sirimau.

Ia menyebutkan, anggota Polsek Sirimau datang pada malam kejadian dan menerima informasi bahwa korban telah dibawa ke Rumah Sakit GPM.

Sementara itu, Kapolsek Sirimau, IPTU. Bastian Tuhuteru yang dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut belum memberikan tanggapan. Bahkan pihak rumah sakit GPM (Sumber Hidup), dr. Ivan melalui pesan singkat dirinya baru mengetahui terkait dengan informasi yang disampaikan olehnya ai akan melakukan konfirmasi ke pihak rumah saki.

“Aduh kaka beta masih di Tual Ikut Kegiatan, nanti beta tanya teman-teman”cetusnya singkat.(CM/TIM)

0 Komen