Porsenikab Lapas Wahai: CCH, Warga Binaan Antusias dan Kompetitif

  • Administrator
  • Rabu, 22 April 2026 13:47
  • 11 Lihat
  • RAGAM

Wahai,CM-  Semarak peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai semakin terasa. Dalam rangkaian Pekan Olahraga, Seni, Intelektual, dan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara (Porsenikab), Lapas Wahai menggelar lomba cerdas cermat bagi Warga Binaan, Rabu (22/4/26)

Diketahui dalam pers release yang diterima Citra Maluku, bahwa kegiatan ini digelar di lapangan blok hunian, lomba ini mengangkat tema “Hak, Kewajiban, dan Sanksi bagi Tahanan dan Narapidana”. Setiap kamar hunian mengirimkan tiga perwakilan terbaik untuk menguji pengetahuan dan ketangkasan berpikir. Materi yang diujikan merujuk pada Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2022 serta Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 8 Tahun 2024 sebagai dasar pembinaan dan tata tertib Warga Binaan.

Kompetisi berlangsung sengit melalui beberapa babak, mulai dari pendalaman materi hingga sesi rebutan yang memacu adrenalin. Delegasi Kamar 6 berhasil keluar sebagai juara dengan skor 70, mengungguli Kamar 3 yang meraih skor 50. Kemenangan tersebut disambut meriah oleh Warga Binaan yang turut menyaksikan jalannya perlombaan.

Salah satu peserta, Warga Binaan berinisial Am, mengaku kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih baik terkait aturan di dalam Lapas.

“Kami merasa dimanusiakan karena diberi ilmu, bukan hanya sanksi. Sekarang kami lebih paham apa yang harus dilakukan selama di sini,” ungkapnya.

Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban sekaligus koordinator lomba, Usman Bakri, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk mengukur sekaligus meningkatkan pemahaman hukum Warga Binaan.

“Kami ingin mereka tidak hanya mengetahui hak, tetapi juga memahami kewajiban serta konsekuensi jika melanggar aturan. Ini adalah pendekatan edukatif untuk menjaga stabilitas kamtib,” jelasnya.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, turut mengapresiasi antusiasme peserta. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa pembinaan intelektual memiliki daya tarik tersendiri.

“Output yang kami harapkan adalah lahirnya Warga Binaan yang cerdas dan taat aturan. Semangat hari ini menjadi bukti bahwa pembinaan intelektual sangat diminati,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menilai inovasi ini sebagai langkah progresif dalam pembinaan.

“Pendekatan edukasi hukum melalui kompetisi sehat seperti ini perlu terus dikembangkan. Pemasyarakatan harus mampu memanusiakan sekaligus mencerdaskan,” tegasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan kondusif, menghadirkan suasana kompetisi yang sehat sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan Lapas Wahai.(CM/Ml/**)

 

Komentar

0 Komentar