Sarang Kawalinya Cafe dan Resto Resmi Dibuka, Wali Kota Sebut Jadi Sinyal Positif Ekonomi Ambon

  • Administrator
  • Selasa, 18 Agustus 2026 09:43
  • 0 Lihat
  • PEMERINTAHAN

Ambon, CM — Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena meresmikan Sarang Kawalinya Cafe dan Resto di kawasan Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Selasa (18/8/2026).

Peresmian usaha kuliner tersebut turut dihadiri Sekretaris Kota Ambon Robby Sapulette, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Teluk Ambon, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wattimena menyampaikan bahwa kemunculan usaha kuliner baru menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas perekonomian di Kota Ambon terus bergerak.

Menurutnya, bertambahnya tempat usaha, khususnya di sektor kuliner, menunjukkan masih adanya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi daerah.

“Ini tanda bahwa orang melihat usaha ekonomi di Kota Ambon terus hidup dan berkembang,” kata Wattimena.

Ia menambahkan, dalam beberapa waktu terakhir Pemkot Ambon juga telah menghadiri pembukaan sejumlah usaha baru yang sebagian besar bergerak di bidang kuliner. Kondisi tersebut dinilai sejalan dengan karakteristik perekonomian Kota Ambon yang banyak ditopang sektor jasa dan perdagangan.

Wattimena menjelaskan, berbeda dengan sejumlah daerah lain di Maluku yang memiliki sumber daya alam melimpah dan dapat dikembangkan menjadi sektor industri, Kota Ambon lebih mengandalkan sektor jasa dan perdagangan sebagai penggerak perekonomian.

Karena itu, menurutnya, keberadaan usaha kuliner seperti Sarang Kawalinya Cafe dan Resto memiliki peran penting dalam menopang aktivitas ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Wattimena juga mengapresiasi penggunaan nama “Kawalinya” yang merujuk pada ikan selar, salah satu hasil laut yang cukup dikenal masyarakat Maluku.

Ia menilai pengangkatan kuliner berbasis kekayaan lokal dapat menjadi upaya untuk menjaga identitas budaya dan potensi daerah agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

“Ikan selar memiliki nilai ekonomis dan kandungan protein yang tinggi. Mudah-mudahan Sarang Kawalinya Cafe dan Resto ini menjadi pilihan baru bagi warga Kota Ambon,” ujarnya.

Wattimena berharap berbagai kekayaan alam, budaya dan adat istiadat Maluku maupun Kota Ambon terus dikembangkan melalui berbagai inovasi. Dengan demikian, identitas lokal tidak hilang dan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Wattimena juga menegaskan komitmen Pemkot Ambon dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memberikan ruang bagi investor yang ingin mengembangkan usahanya di Kota Ambon.

“Kami menjamin Pemerintah Kota Ambon ramah investasi dan memberikan karpet merah bagi para investor yang mau menanamkan modalnya di Kota Ambon,” tegasnya.

Ia juga memastikan pelayanan administrasi bagi pelaku usaha akan dilakukan secara cepat dan tanpa pungutan biaya dalam proses pengurusan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Sementara itu, pemilik Sarang Kawalinya Cafe dan Resto, Gregorio Linusa, mengatakan usaha tersebut tidak hanya ditujukan sebagai tempat makan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat.

Ia menyebutkan, harga makanan yang ditawarkan berada pada kisaran Rp40.000 hingga Rp50.000-an per menu. Setiap hidangan juga telah dilengkapi dengan nasi sehingga pelanggan dapat menikmati makanan dengan harga yang relatif terjangkau.

Gregorio menjelaskan, ide membuka usaha tersebut berawal dari pengalamannya menikmati olahan ikan selar di Rumah Makan Paulin. Menurutnya, ikan tersebut memiliki cita rasa yang baik, harga terjangkau, serta kandungan gizi yang cukup tinggi.

Pengalaman itu kemudian mendorongnya untuk mengembangkan konsep kuliner yang mengangkat ikan selar sebagai salah satu menu sekaligus memperkenalkan potensi hasil laut lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kami ingin mengangkat nama, citra dan kualitas ikan selar agar semakin dikenal, memiliki nilai lebih dan menjadi salah satu kebanggaan kuliner khas Kota Ambon,” ungkapnya.

Peresmian Sarang Kawalinya Cafe dan Resto kemudian ditandai dengan pemotongan pita oleh Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena bersama Sekkot Robby Sapulette dan pemilik usaha.

Kehadiran usaha tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya pilihan kuliner di Kota Ambon, tetapi juga ikut mendorong perputaran ekonomi lokal serta membuka peluang bagi pengembangan produk kuliner berbasis potensi daerah.(CM/JP)

Komentar

0 Komentar