Belajar Huruf Hijaiyah dari Dasar, Warga Binaan Lapas Wahai Antusias Ikuti Pembinaan Rohani
- Administrator
- Selasa, 19 Mei 2026 17:35
- 10 Lihat
- DAERAH
Wahai,CM– Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan melalui pembinaan rohani Islam. Salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan yakni pembelajaran membaca huruf Hijaiyah bagi Warga Binaan yang belum menguasai bacaan Al-Qur’an, Selasa (19/5).
Kegiatan berlangsung di musala Lapas Wahai dengan suasana penuh semangat dari para Warga Binaan. Dalam pembelajaran tersebut, petugas Lapas memberikan pendampingan langsung mulai dari pengenalan huruf Hijaiyah, cara pelafalan yang benar, hingga tahapan dasar membaca Al-Qur’an.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman agama sekaligus membentuk karakter Warga Binaan menjadi lebih baik selama menjalani masa pidana. Selain menjadi sarana pembelajaran agama, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai media pembinaan mental dan spiritual agar Warga Binaan dapat memperbaiki diri dan lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Susana Mouw, mengatakan kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar seluruh Warga Binaan Muslim memiliki kesempatan belajar membaca Al-Qur’an dari dasar.
“Kami melihat antusias Warga Binaan sangat baik dalam mengikuti pembelajaran ini. Harapannya, mereka tidak hanya mampu mengenal huruf Hijaiyah, tetapi juga dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi, menyampaikan pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter Warga Binaan. Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu bekal positif yang diharapkan dapat diterapkan setelah kembali ke masyarakat.
“Kami berharap Warga Binaan dapat meningkatkan pemahaman agama dan memiliki perubahan perilaku yang lebih baik. Pembinaan keagamaan menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk pribadi yang lebih positif,” tutur La Joi.
Melalui pembinaan keagamaan ini, Lapas Wahai berharap dapat menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih humanis, religius, serta mendukung proses reintegrasi sosial Warga Binaan di masa mendatang.(CM/ML/**)