Warga Binaan Rutan Ambon Bangun Sistem Pembuangan Asap Dapur, Pembinaan Tak Sekadar Teori
- Administrator
- Kamis, 16 Juli 2026 16:11
- 6 Lihat
- DAERAH
Ambon,CM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali membuktikan bahwa program pembinaan warga binaan tidak berhenti pada pelatihan di ruang kelas. Kali ini, warga binaan terlibat langsung dalam pembangunan sistem pembuangan asap dapur yang akan meningkatkan kualitas fasilitas sekaligus menjadi wadah mengasah keterampilan kerja.
Pekerjaan yang dilaksanakan pada Kamis (16/7/2026) itu merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian di bawah pendampingan petugas Rutan. Seluruh tahapan dikerjakan oleh warga binaan, mulai dari pengukuran lokasi, penyusunan desain, pemotongan material, pemasangan instalasi hingga proses finishing.
Selain menghasilkan fasilitas yang bermanfaat bagi operasional dapur, kegiatan tersebut juga menjadi sarana belajar yang mengajarkan keterampilan konstruksi sederhana, kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, dan kerja sama tim.
Plt. Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry R. Persulessy, mengatakan pembinaan kemandirian harus mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun lingkungan pemasyarakatan.
"Kami terus membuka ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan melalui kegiatan kerja yang produktif. Pembuatan sistem pembuangan asap dapur ini membuktikan bahwa pembinaan tidak hanya menghasilkan kemampuan kerja, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi Rutan. Bekal keterampilan inilah yang kami harapkan dapat membantu mereka saat kembali ke masyarakat," ujar Jefry.
Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Rutan Ambon, Ode Ena, menegaskan bahwa pembinaan vokasional akan terus diperkuat agar warga binaan memiliki kompetensi yang dapat digunakan setelah bebas nanti.
Menurutnya, melalui pekerjaan nyata seperti ini, warga binaan belajar menerapkan keterampilan teknis sekaligus membangun karakter disiplin, menjaga kualitas pekerjaan, dan menyelesaikan tugas secara bertanggung jawab.
Salah seorang warga binaan, Safril, mengaku bersyukur dapat terlibat dalam pembangunan tersebut. Ia menyebut pengalaman yang diperoleh menjadi bekal penting untuk memulai kehidupan baru setelah menyelesaikan masa pidana.
"Kami belajar mulai dari mengukur, memasang material hingga bekerja sama agar hasilnya maksimal. Saya berharap keterampilan ini bisa menjadi modal ketika kembali ke masyarakat," katanya.
Program pembangunan sistem pembuangan asap dapur ini menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan di Rutan Kelas IIA Ambon diarahkan tidak hanya untuk membentuk warga binaan yang terampil, tetapi juga menghasilkan karya yang berdampak langsung bagi peningkatan fasilitas pemasyarakatan. Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan mendukung keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan.( CM/ML/**)