Kontestasi Sekot Ambon Sudah Pasti Ada Kontemplasi, Junjunglah Sportifitas,Jangan Membuat framing Dirimu Suci
- Administrator
- Jumat, 17 April 2026 13:53
- 27 Lihat
- PEMERINTAHAN
Ambon, CM- Perhelatan Sekretaris Kota Ambon semakin memanas dikala H-2 Penutupan pendaftaran oleh Panitia seleksi (Pansel),Dentuman komentar pedas dan menusuk dilesatkan ke dinding medsos oleh Buzzer maupun Netizen yang saling pro dan kontra dalam hal membela maupun menyerang para kandidat.
Dalam kontestasi mencuat Roby Sapulette dan Apries Gasperz menjadi bahan jualan sentimental di media sosial dengan tagline yang mengarah kepada Dugaan Korupsi didalam Balai Kota Ambon. Hal ini pun sungguh mengherankan publik Kota Ambon karena serangan dunia maya tidak disasarkan Kepada Kepala BPKAD Kota Ambon Stevy Dominggus yang juga menjadi kompetitor mereka berdua.
Muncul opini beredar di publik menyeruak bahwa indikasi Stevy Dominggus merupakan calon kuat pilihan Walikota Ambon.
Kepada Citra Maluku, salah seorang Pemerhati Kebijakan Publik yang tak ingin disebutkan namanya dipublikasikan pada Jumat, (17/04-26), menegaskan ada suksesor bagi alumnus Angkatan IV IPDN tersebut.
Menurutnya, munculnya gelar operasi tebang pilih diketahui bersama bahwa sederetan aksi orasi dan flyer bertebaran membuktikan bahwa ada titipan/orderan,lumrah halnya di desain menjemput kepentingan Politik Birokrasi. Dinding Admin Akun Kapala Kalor di tiktok misalnya hanya menyerukan dugaan demi dugaan untuk mengelabui situasi publik dan mempengaruhi keputusan Prerogatif kepala Daerah,lanjut narasumber.
“Ini jelas sungguh,dikarenakan Walikota adalah sosk yang menggunakan media sosialnya secara baik,untuk memantau aktifitas dan perkembangan serta masalah yang terjadi didalam wilayah kekuasaanya,dan pastilah Orang Nomor 1 kota Ambon ini akan melihat postingan “Ucapnya.
Pembusukan,namun menurut narasumber Walikota Ambon Pasti sudah bisa Melihat Fakta Empirik bukan Berdasar Momok yang sengaja di bangun untuk mereduksi Kepercayaan Walikota Kepada Mereka yang dizalimi tersebut tuturnya.
Referensi Pilkada Kota Ambon :
Bahkan kata dia, narasikan, polarisasi ini dimainkan berdasarkan keterpilihan Pilkada kota Ambon di Waktu Lampau,di mana giringan politik mengarah kepada Siapa Yang Mendukung BW ? dan Siapa yang Tidak! Asumsi Like/dislike ini tidak bisa dipungkiri merupakan fenomena Balai kota yang Masih terus diselimuti oleh Para tim Pemenangan yang berkeliaran,sudah pasti ada rumus filterisasi. bahwa siapa yang berkeringat serta berdarah-darah,tentulah menjadi tumpuan pikir untuk mengusulkan kepada Walikota dan itu bukan hal tabu dalam politik istilahnya Take And Give Pungkas Narasumber.
Untuk itu kata Dia, dalam Kontestasi sudah pasti ada Kontemplasi Olehnya itu junjunglah sportifitas,Jangan Mencoba untuk Menjatuhkan Orang dan Membuat framing dirinya suci. Ingatlah Tiada Gading Yang Tak retak,Masyarakat Kota Ambon Membutuhkan Administrator Kota Yang bisa Menundukan Kepala,Bukan Besar Kepala !! yakin dan percaya tiada jabatan yang terlepas pisahkan dari kehendak Tuhan" Tegasnya.(CM/HC)