Lapas Namlea Panen Sawi Bersama BPP Waplau, Warga Binaan Kian Terampil di Bidang Pertanian
- Administrator
- Rabu, 17 Juni 2026 13:51
- 5 Lihat
- DAERAH
Namlea,CM– Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif kembali membuahkan hasil. Melalui program pembinaan kemandirian di sektor pertanian, warga binaan berhasil melakukan panen sawi bersama petugas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Desa Waplau dan Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS), Rabu (17/6).
Kegiatan panen yang menghasilkan 25 ikat sawi tersebut dirangkaikan dengan penyuluhan pertanian kepada kelompok tani warga binaan. Hasil panen merupakan buah dari proses budidaya yang dilakukan secara berkelanjutan oleh warga binaan dengan pendampingan petugas lapas dan mitra pertanian.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, mengatakan bahwa keberhasilan panen menjadi bukti nyata efektivitas program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pengisian waktu, tetapi juga peningkatan keterampilan dan produktivitas warga binaan.
“Panen ini menunjukkan bahwa warga binaan mampu mengembangkan kemampuan yang bermanfaat bagi masa depan mereka. Keterampilan bertani yang diperoleh selama menjalani masa pidana diharapkan menjadi bekal berharga ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Marasabessy.
Selain memperoleh pengetahuan dan pengalaman, warga binaan juga mendapatkan premi dari hasil kerja mereka. Menurut Marasabessy, pemberian premi merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi warga binaan dalam mengelola lahan pertanian serta mendorong semangat mereka untuk terus berkarya.
“Setiap hasil panen memberikan manfaat langsung bagi warga binaan melalui pemberian premi sesuai hasil yang diperoleh. Ini menjadi motivasi sekaligus bentuk pemenuhan hak mereka selama mengikuti program pembinaan kemandirian,” tambahnya.
Di sisi lain, Koordinator BPP Waplau, Apitum Buton, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut juga menjadi momentum pengenalan petugas baru dari Yayasan Bina Tani Sejahtera yang akan mendampingi kegiatan penyuluhan pertanian di Lapas Namlea.
Ia berharap kehadiran petugas YBTS dapat semakin memperkuat program pembinaan pertanian yang telah berjalan, sehingga kemampuan warga binaan dalam mengelola lahan dan membudidayakan tanaman pangan terus meningkat.
Melalui sinergi dengan berbagai pihak, Lapas Namlea terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang berdampak nyata, sekaligus mendukung program ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan menuju kehidupan yang lebih mandiri.(CM/ML/**)