Ibadah Minggu di Lapas Wahai Jadi Ruang Penguatan Iman dan Harapan Warga Binaan

  • Administrator
  • Minggu, 10 Mei 2026 16:30
  • 3 Lihat
  • RAGAM

Wahai, CM — Suasana khidmat menyelimuti Gereja Ebenhaizer di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai saat Warga Binaan Kristen mengikuti ibadah Minggu, Minggu (10/5). Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan spiritual untuk memperkuat iman, membangun harapan baru, dan membentuk karakter positif selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Menurutnya, kegiatan keagamaan mampu memberikan pengaruh positif terhadap perubahan perilaku dan pola pikir mereka.

“Kami berharap Warga Binaan mengalami perubahan hidup yang positif, memiliki pengharapan baru, dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan selama menjalani pembinaan di Lapas,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Susana Mouw, mengatakan program pembinaan spiritual terus diperkuat sebagai upaya membentuk pribadi Warga Binaan yang lebih baik.

“Pembinaan kerohanian memberikan dampak positif terhadap perilaku Warga Binaan. Mereka menjadi lebih tenang, disiplin, dan memiliki semangat untuk memperbaiki diri,” jelasnya.

Dukungan terhadap pembinaan berbasis spiritual juga disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Dwi Ricky Biantoro. Ia mengapresiasi konsistensi jajaran Lapas Wahai dalam menghadirkan kegiatan pembinaan yang humanis dan bermanfaat bagi proses reintegrasi sosial.

“Kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dalam pembinaan kepribadian Warga Binaan. Kami mendukung seluruh jajaran Pemasyarakatan untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis, spiritual, dan berdampak positif bagi masa depan Warga Binaan,” tuturnya.

Ibadah Minggu tersebut dipimpin oleh Pdt. M. Lesnusa dengan khotbah yang diambil dari Ulangan 6:1-9 bertema “Kasih Allah adalah Perintah yang Utama.” Dalam penyampaiannya, Warga Binaan diajak untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan, serta menjadikan kasih kepada Tuhan sebagai landasan perubahan hidup ke arah yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, Lapas Wahai menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya menitikberatkan pada kedisiplinan, tetapi juga penguatan mental dan spiritual sebagai bekal Warga Binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.( CM/ML/**)

Lapas Wahai Ibadah minggu Penguatan iman dan Harapan

Komentar

0 Komentar