Detail Berita

Lansia Binaan Lapas Wahai Jalani Skrining Kesehatan Gratis Pascakonsumsi Daging Kurban

Lansia Binaan Lapas Wahai Jalani Skrining Kesehatan Gratis Pascakonsumsi Daging Kurban

30 Mei 2026 20:32
Administrator
51 Lihat

Wahai, CM– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi Warga Binaan lanjut usia (lansia), Sabtu (30/5). Kegiatan yang berlangsung di klinik Lapas tersebut menjadi bentuk kepedulian dalam memperingati Hari Lansia Nasional 2026 sekaligus langkah antisipatif terhadap gangguan kesehatan pasca perayaan Iduladha.

Pemeriksaan difokuskan pada pengecekan tekanan darah, kolesterol, dan asam urat bagi para lansia yang beberapa hari terakhir mengonsumsi makanan berbahan dasar daging kurban. Sejumlah Warga Binaan mengeluhkan pusing hingga nyeri persendian yang diduga dipicu pola makan berlebih selama momen Iduladha.

Salah seorang Warga Binaan lansia berinisial YK mengaku terbantu dengan pelayanan kesehatan yang diberikan petugas Lapas. Ia mengatakan sempat mengalami keluhan pusing dan nyeri sendi setelah mengonsumsi gulai daging dalam jumlah banyak.

“Bersyukur sekali petugas kesehatan langsung memeriksa tensi dan memberikan obat serta vitamin, jadi saya merasa lebih tenang,” ujarnya.

Perawat Lapas Wahai, Fitri Rianti, menjelaskan pemeriksaan dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap risiko kesehatan para lansia. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa Warga Binaan mengalami peningkatan kolesterol dan keluhan nyeri sendi.

“Kami melakukan pemeriksaan tensi, kolesterol, dan asam urat. Beberapa lansia mengeluhkan pusing dan nyeri persendian yang diduga dipengaruhi konsumsi daging kurban berlebih. Kami langsung memberikan obat penurun kolesterol dan vitamin pendukung,” terang Fitri.

Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, menegaskan bahwa pemantauan kondisi kesehatan lansia menjadi bagian penting dalam proses pembinaan di dalam Lapas. Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan fisik dan pola konsumsi Warga Binaan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Kegiatan skrining ini sangat penting sebagai langkah deteksi dini. Kami ingin memastikan para lansia tetap sehat dan bugar dalam mengikuti seluruh program pembinaan di Lapas Wahai,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menekankan bahwa pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan harus berjalan secara humanis dan preventif, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia.

“Perayaan Iduladha harus membawa kebahagiaan bagi semua, namun kondisi fisik Warga Binaan lansia juga harus tetap dijaga agar tidak memicu gangguan kesehatan yang lebih serius,” tegas Tersih.

Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi langkah cepat jajaran Lapas Wahai dalam memberikan pelayanan kesehatan proaktif bagi Warga Binaan lansia.

“Pelayanan medis proaktif ini merupakan wujud nyata pemasyarakatan yang humanis. Menjaga kesehatan Warga Binaan, khususnya kelompok lansia, menjadi prioritas agar proses pembinaan tetap berjalan optimal dan kondusif,” pungkasnya.( CM/ML/**)

Komentar

0 Komentar

Berita Terkait

24 Oktober 2026

Ambon,CM- Akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat terus didorong melalui kolaborasi lembaga sosial dan fasilitas kesehatan. Di Kelurahan Lateri, Kota Ambon,Sabtu

15 Oktober 2026

AMBON,CM — Pemerintah Kota Ambon mengambil langkah antisipatif untuk melindungi masyarakat dari paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

13 Oktober 2026

Ambon, CM- Jumlah warga yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Ambon, Maluku, meningkat di tengah paparan kabut