Momentum Kenaikan Yesus, Lapas Wahai Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan

  • Administrator
  • Minggu, 17 Mei 2026 17:14
  • 2 Lihat
  • DAERAH

Wahai,CM— Peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus menjadi momentum penuh makna di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai. Sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual, Lapas Wahai menggelar ibadah Minggu bagi Warga Binaan Kristen dan Katolik di Gereja Ebenhaezer, Minggu (17/5).

Ibadah berlangsung khidmat dengan rangkaian puji-pujian, doa bersama, serta perenungan firman Tuhan tentang makna Kenaikan Yesus Kristus. Kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi menjadi bagian penting dalam program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan.

Kepala Seksi Pembinaan, Merpati S. Mow, menegaskan pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kesadaran diri Warga Binaan selama menjalani masa pidana.

“Di balik jeruji besi, masa pidana justru dioptimalkan sebagai ruang memperbaiki diri. Kenaikan Yesus Kristus mengajarkan tentang pengharapan, pengorbanan, dan kesempatan untuk bangkit. Kami terus memfasilitasi kebutuhan rohani agar Warga Binaan dapat merefleksikan diri, meningkatkan keimanan, serta memperbaiki perilaku mereka,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nn. Maureen Gian Pattisinay turut memberikan motivasi kepada para Warga Binaan. Ia mengajak mereka untuk tidak tenggelam dalam keputusasaan, melainkan menjadikan masa pembinaan sebagai proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

“Kenaikan Yesus ke surga membawa pesan bahwa selalu ada tempat bagi mereka yang mau bertobat dan berbenah. Jangan melihat masa lalu atau dinding penjara ini sebagai akhir dari segalanya, tetapi jadikan sebagai tempat penempaan iman. Di sini Tuhan sedang merajut kembali masa depan kalian yang sempat koyak,” pesannya

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi, mengapresiasi antusiasme Warga Binaan dalam mengikuti kegiatan keagamaan tersebut. Menurutnya, perubahan perilaku yang sejati harus berawal dari kesadaran hati dan penguatan spiritual.

“Kami di jajaran Pemasyarakatan bertugas menyediakan wadah, namun kesungguhan untuk berubah ada pada diri Warga Binaan sendiri. Melalui momentum Kenaikan Yesus Kristus ini, kami berharap fondasi kerohanian yang dibangun di dalam Lapas dapat membentengi mereka agar tidak mengulangi kesalahan yang sama ketika kembali ke masyarakat nanti,” harapnya.

Suasana penuh kedamaian dan optimisme tampak dari wajah para Warga Binaan yang mengikuti ibadah. Melalui penguatan mental dan spiritual yang dilakukan secara konsisten, Lapas Wahai menunjukkan komitmennya bahwa jeruji besi bukan akhir dari harapan, melainkan awal untuk menata kembali kehidupan yang lebih baik dan bermakna.( CM/ML/**)

Komentar

0 Komentar