Lapas Wahai Deklarasi Zero Halinar 2026, Tegaskan Komitmen Integritas Tanpa Kompromi
- Administrator
- Jumat, 17 April 2026 16:12
- 3 Lihat
- DAERAH
Wahai,CM- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menegaskan komitmen integritas dengan mendeklarasikan dan menandatangani Ikrar Zero Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (Halinar) Tahun 2026, Jumat (17/04-26).
Diketahui dalam pers release yang diterima Citra Maluku, kegiatan yang diikuti jajaran struktural dan seluruh petugas ini menjadi langkah tegas dalam menyatukan komitmen pemberantasan pelanggaran di lingkungan pemasyarakatan. Ikrar tersebut memuat tujuh poin penting yang berfokus pada pencegahan dan penindakan terhadap penyalahgunaan narkoba, praktik pungutan liar, serta penggunaan handphone ilegal oleh Warga Binaan.
Dalam ikrar ditegaskan bahwa segala bentuk peredaran narkoba, penipuan, dan pungli tidak akan ditoleransi. Selain itu, penggunaan alat komunikasi ilegal oleh Warga Binaan dilarang keras, dengan hanya memperbolehkan akses komunikasi melalui fasilitas resmi Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas).

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa deklarasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata seluruh jajaran.
“Zero halinar bukan sekadar slogan, tetapi sikap tegas dalam menolak segala bentuk pelanggaran di dalam Lapas. Ini adalah tanggung jawab moral dan profesional kami untuk menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan kondusif,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa prinsip zero halinar merupakan harga mati yang wajib dijalankan oleh seluruh petugas.
“Jika ada petugas yang melanggar, maka konsekuensinya jelas, mulai dari sanksi disiplin hingga pemberhentian tidak hormat sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, yang menekankan pentingnya implementasi nyata dari ikrar tersebut.
“Ikrar zero halinar tidak boleh berhenti pada deklarasi. Ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membangun kepercayaan masyarakat dan menciptakan pembinaan yang efektif. Seluruh jajaran harus menjaga integritas dan bekerja sesuai standar operasional prosedur,” ujarnya.
Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan Warga Binaan sebagai bagian dari upaya bersama membangun Zona Integritas di Lapas Wahai. Seluruh peserta menandatangani dokumen ikrar sebagai simbol komitmen kolektif dalam menjunjung tinggi integritas, kedisiplinan, dan profesionalisme. Dengan deklarasi ini, Lapas Wahai menegaskan langkah nyata menuju Pemasyarakatan yang lebih bersih, transparan, dan berintegritas.(CM/Ml/**)