PDI Perjuangan Tanam 1.000 Mangrove di Teluk Baguala untuk Lindungi Pesisir Ambon
- Administrator
- Selasa, 07 Juli 2026 15:30
- 20 Lihat
- SOSIAL - BUDAYA
Ambon, CM – Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Teluk Baguala, Kota Ambon, Selasa (7/7/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya mengurangi dampak abrasi di wilayah pantai.
Aksi penghijauan tersebut dilaksanakan di Kelurahan Lateri, Desa Waiheru, dan Desa Hunut-Durian Patah. Kegiatan ini diprakarsai oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku bersama DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, serta PAC Baguala dan Teluk Ambon dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno.
Ratusan kader partai bersama warga setempat turut ambil bagian dalam penanaman mangrove secara gotong royong di sepanjang garis pantai. Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, mengatakan bahwa penanaman mangrove merupakan wujud nyata penerapan konsep Politik Hijau yang selama ini diusung partainya. Menurutnya, aktivitas politik tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga harus diwujudkan melalui tanggung jawab menjaga kelestarian alam.
Ia menjelaskan, hutan mangrove memiliki peran strategis dalam melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi, sekaligus menjadi habitat berbagai jenis biota laut yang mendukung keberlangsungan hidup masyarakat, terutama nelayan.
"Melalui gerakan ini kami ingin ikut menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, melindungi habitat biota laut, serta meminimalkan dampak abrasi yang disebabkan oleh faktor alam maupun aktivitas manusia," ujar Benhur.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, Lucky Leonard Upulattu Nikijuluw, menjelaskan bahwa lokasi penanaman dipusatkan di tiga wilayah yang dinilai membutuhkan rehabilitasi karena mengalami tekanan pembangunan dan pengikisan garis pantai.
Menurutnya, keberhasilan program penghijauan tidak hanya diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, tetapi juga dari komitmen semua pihak untuk merawat tanaman tersebut hingga tumbuh dengan baik.
"Kami mengajak seluruh kader partai dan masyarakat di Lateri, Waiheru, serta Hunut untuk bersama-sama menjaga dan merawat mangrove yang telah ditanam. Ini merupakan investasi lingkungan yang manfaatnya akan dirasakan pada masa mendatang," katanya.
Lucky menambahkan, gerakan Politik Hijau diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pentingnya menjaga kawasan pesisir sebagai bagian dari ruang hidup yang harus dilestarikan.
Melalui kegiatan ini, PDI Perjuangan berharap partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem laut dan wilayah pesisir terus meningkat sehingga lingkungan tetap terpelihara dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Karena itu, aksi penanaman mangrove diharapkan menjadi contoh positif yang mampu mendorong semakin banyak masyarakat untuk ikut menjaga pesisir demi mewujudkan Maluku yang hijau, lestari, dan berkelanjutan.(CM/JP)