HUKUM

HRM. Queen Sieny Angeline Theodoreis : Terjebak Dalam Teori Kuda Mati (Dead Horse Theory)

  • Administrator
  • Kamis, 13 Februari 2025
  • menit membaca
  • 157x baca
HRM. Queen Sieny Angeline Theodoreis : Terjebak Dalam Teori Kuda Mati (Dead Horse Theory)

Ambon, CM- Teori Kuda Mati adalah sebuah metafora satir yang menggambarkan bagaimana beberapa orang, lembaga, atau bahkan suatu bangsa menghadapi masalah yang sudah jelas, tetapi mereka justru bersikap seolah-olah masalah itu tidak ada atau tidak dipahami. Alih-alih mengakui kenyataan, mereka justru mengabaikannya dan berusaha mencari pembenaran. Ucap Queen Sieny Angeline Theodoreis dalam pres relesen yang di terima redaksi Citra Maluku, beberapa waktu lalu.

Menurutnya,  Inti dari teori ini sederhana: Jika orang sadar bahwa dirinya sedang menunggangi kuda yang sebetulnya sudah mati, solusi terbaik dan paling sederhana adalah turun dari kuda itu dan meninggalkannya. Namun, dalam kenyataan, banyak orang, bahkan organisasi, lembaga-lembaga besar, atau para pemimpin bangsa yang justru mengambil langkah-langkah lain yang tidak masuk akal, seperti:

1. Membeli pelana baru untuk kuda mati tersebut.

2. Memberinya makan dengan harapan ia akan kembali hidup.

3. Mengganti penunggangnya dengan orang lain.

4. Memecat orang yang bertanggung jawab merawat kuda dan menggantinya dengan orang baru.

5. Mengadakan pertemuan untuk membahas strategi meningkatkan kecepatan kuda.

6. Membentuk tim dan komite khusus untuk meneliti kuda mati tersebut dari berbagai aspek. Mereka bekerja berbulan-bulan, menyusun laporan, dan akhirnya mengusulkan solusi, padahal sudah jelas sejak awal bahwa kudanya mati.

7. Setelah sekian lama, tim akhirnya mencapai kesimpulan yang sudah diketahui sejak awal: "Kuda ini memang mati."

8. Namun, karena sudah banyak tenaga, waktu, dan sumber daya yang terbuang, mereka tetap enggan mengakui kenyataan. Untuk mencari pembenaran, mereka mulai membandingkan kuda mereka dengan kuda mati lainnya dan berargumen bahwa kuda ini tidak benar-benar mati, hanya kurang latihan dan perlu pelatihan khusus.

9. Lalu, mereka mengajukan anggaran tambahan untuk "melatih" kuda mati tersebut.

10. Pada akhirnya, mereka mengubah definisi kata "mati" agar dapat meyakinkan diri sendiri bahwa kuda itu masih hidup.

Bahkan kata Dia, bahwa pelajaran dari teori ini pada intinya hanya menggambarkan bagaimana banyak orang lebih memilih untuk hidup dalam penyangkalan diri,  senang membuang waktu dan tenaga dalam usaha yang sebenarnya sia-sia, daripada harus menerima kenyataan dan segera mencari solusi yang tepat sejak pada awalnya.

“Terus Semangat untuk berkesadaran pada jati diri bangsa yang suda kaya raya,

semoga bumi pertiwi terus membimbing Anak cucu nya kembali pulang dari berpetualangan,,tuturnya.

Disisilain kata Dia, Presiden RI Prabowo sudah tidak bisa menyetak uang asli dari kolateral milik kita, harusnya negara RI ini sudah bangkrut atau mati dan harus menyerahkan, mengembalikannya menjadi negara kerajaan Nusantara, yaitu kepada Sang pemilik asli kolateral sesuai Obligasi INA 045 dan INA BI KMB 1948 berdasarkan Perjanjian Awal Akhir Milik Kerajaan Ambon yang digunakan Soekarno untuk membentuk Negara RI yang tidak terdaftar di Mahkamah Internasional.

Namun sebaliknya, justru bersikap seolah olah masalah itu tidak ada atau tidak dipahami. Alih- alih mengakui kenyataan, mereka justru mengabaikannya dan berusaha mencari pembenaran.

“Memang benar negara dalam kondisi kritis di segala bidang  terutama bidang Hukum, tapi tidak akan inflasi. Rancangan negara sedang membuat penguatan dana dari sumber daya alam dan membangun investasi tapi itupun tidak  akan kuat” Tegasnya.

Bahkan lanjutnya, orang nomor 1 di negara  seolah mengabaikan apa yang sedang terjadi dalam tatanan negara, begitu Amar putusan MI turun menggantikan sistem tatanan. Dan seperti acuh tak acuh, dengan pemberi tahuan yang dikeluarkan oleh MI.

“Sebenarnya RI 1 penuh rasa bingung terkait isi negara yang sudah tidak bisa mencetak uang. Yang mana, mereka orang- orang serakah yang ada di Legislatif, Yudikatif & Eksekutif sudah masuk ke  dalam jebakan yang mereka buat sendiri”tutupnya.(CM/***)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar