Ambon, CM- Jemaat GPM Passo Utara melaksanakan sidang jemaat ke-8 yang dipusatkan di Gereja Bukit Kemuliaan pada minggu, 02 Ferbuari 2025. Memasuki proses sidang ke-8 jemaat, dalam refleksi (khotbah) pemberitaan injil yang dibawakan oleh Pdt. V Saptory/Sinay (Sekdis Pos Majelis Pekerja Klasis Ambon Utara) yang terambil dari Daniel 6:1, dengan mengacu pada tema mingguan “Bertumbuh Sebagai Gereja dan Bertumbuh Dalam Iman”
Menurutnya, kisah Daniel dalam pembacaan Alkitab bukan sesuatu yang lazim bagi kita umat kristiani, yang mana kisah tentang Daniel ini diceritakan dalam cerita-cerita simbolis dalam memberikan pemahaman kepada orang-orang Yahudi pada saat itu dalam iman mereka kepada Allah walaupun, saat itu tantangan sangat berat dan ini cerita yang sangat mirip dengan cerita-cerita dalam kitab wahyu yang juga menguatkan iman-iman orang kristiani yang ditekan dan dianiaya dalam iman kepada Allah.
Kata dia ada empat pesan penting yang dapat diambil dan dapat kita sama-sama maknai dalam kisah Daniel pada pembacaan Alkitab saat ini, dan dalam proses persidangan jemaat GPM Passo Utara sebagai orang percaya dan termaksud Tuhan bagi Jemaat ini (Passo Utara). Yang pertama lanjutnya, orang yang selalu teguh dalam iman kepada Tuhan, dan melakukan kehendakNya tidak pernah lepas dari namanya tantangan, dan ini terbukti dalam cerita kita dalam bacaan Daniel. Yang mana menunjukkan bahwa ada orang-orang iri hati yang berusaha mencari kesalahan kita untuk menjatuhkan kita tapi mereka tidak menemukan kesalahan dari Daniel, dan terlihat pada ayat 5-6 dalam pembacaan kita tadi.
Dan ini terlihat pada kehidupan kita yang mana sifat iri hati dan suka mencari-cari kesalahan orang itu sudah menjadi penyakit sepanjang masa dan hampir semua orang memiliki hal tersebut atau sifat tersebut. “Dalam kisah ini, menceritakan bahwa karena jabatan, kedudukan, kepercayaan yang diberikan ada orang yang iri hati bahkan mencari-cari kesalahan orang lain dan ini terlihat pada Daniel dihadapan raja Darius dalam pembacaan kita tadi” bebernya.
Yang mana kata Dia, pada saat itu Daniel memiliki kepandaian yang luar biasa tapi bukan karena itu saja, kepandaian disertakan dengan etik moral yang baik dan ketika dilihat bahwa apa yang didapat oleh Daniel bukan dengan cara-cara yang kotor. Tetapi Daniel menunjukan bahwa ia adalah orang yang bertanggungjawab serta cerdas dan ini yang membuat ia dipercaya dengan menunjukkan rasa hormat, ketekunan, dan ketaatan kepada Allah. Ini yang menuntut kita sebagai jemaat agar taat dan tunduk kepada Tuhan.
Tegas Dia, sebagai pelayan yang diberikan tanggungjawab dan kepercayaan oleh Tuhan dalam melayani di Jemaat GPM Passo Utara adalah karena Tuhan berkenan kepada kita bukan karena permainan – permainan kotor.
Semua ini karena ada potensi dan kualitas pada diri kita entah karena kita sebagai pelayan kita setia, bertanggungjawab terhadap tugas untuk menjalankan tugas melayani.
Prioritas kedua, menjadi orang yang teguh dan bertumbuh dalam iman harus paham dan mendengar firman Tuhan serta melakukannya.
Disinggung terkait dengan moral saat ini katanya digambarkan dalam kondisi saat ini baik anak-anak sampai pada orang tua lebih focus pada alat komunikasi (HP) sampai-sampai komunikasi dengan Tuhan pun terlupakan, dimana karena focus dengan HP kita lupa luangkan waktu untuk Tuhan dalam proses ibadah dalam rumah tangga yang sering kita ucap Binakel atau Tiris-tiris sudah tidak terlaksanakan.
Untuk itu, sebagai pelayan baik diaken maupun penatua atau utusan-utusan dalam persidangan saat ini dari sektor-sektor pelayanan, wadah-wadah organisasi kita datang bersidang untuk mengevaluasi apa yang menjadi kebutuhan-kebutuhan dalam jemaat harus kita tuntaskan untuk kemajuan pelayanan dalam jemaat GPM Passo Utara.
Dalam kesepakatan yang sama mewakili Majelis Pekerja Klasis Ambon Timur, Pdt. Berty Lapupeirissa dalam arahannya menegaskan kepada peserta sidang bahwa sebagai pelayan khusus, baik itu Diaken maupun Penatua menjadi kebanggaan tersendiri dalam melayani. Olehnya sebagai pimpinan tertinggi gereja ditingkat klasis sangat berbangga dan menyambut bapak itu penatua dan diaken terpilih sebagai pelayan khusus melayani di lingkup pelayanan klasis Ambon Timur dan terlebih khusus di Jemaat GPM Passo Utara, “Selamat Melayani di Ladang Tuhan” Ucap Latupeirissa
Bahkan dalam arahan yang disampaikan oleh Latupeirissa dirinya juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada bapak/ibu diaken dan penatua yang telah mengakhiri masa tugas melayani dalam Jemaat GPM Passo Utara, maupun yang telah mendukung segala program-program pimpinan gereja baik di tingkat Sinode maupun tingkat Klasis.
“Saya mewaliki pimpinan gereja tingkat sinode maupun klasis ambon timur mengucapkan terimakasih kepada bapak ibu diaken dan penatua pada masa priode kemarin yang telah membantu dalam menjalankan pelayanan kepada jemaat dan nyakinlah “Allah Sumber Berkat akan memberkati setiap jerih lelah pelayanan bapak/ibu yang menjadi berkat bagi rumah tangga bapak/ibu”ungkapnya.
Menurutnya, dalam sub tema pelayanan di ulas dalam pelayanan gereja yang proventif untuk terus berbuah dikehidupan bersama. Sub tema ini sebagai perintah Tuhan yang sangat bermakna tentang damai sejahtera Allah dengan jalan menunjukan keselamatan kita pun diingatkan untuk memwujudkan etik, moral dan spiritual umat kristiani dalam perilaku kehidupan yang patuh diteladani termasuk kepedulian kepada sesama yang miskin dan kita harus memiliki moral yang baik dalam pemberitaan injil dan pelayanan dalam memelihara citra diri selaku umat Allah dan pelayan Yesus Kristus sebagai citra Gereja yang kudus, citra kemanusiaan sebagai yang telah diselamatkan oleh Allah dalam Yesus Kristus.
Ia juga menegaskan bahwa sebagai umat GPM dan GPM memasuki dekade Ke-9 maka kita semua akan menyatakan peran kita melalui tindakan proventif, sehingga gereja ini bertumbuh dan berbuah demi kehidupan bersama serta menjadi buah yang baik bagi semua ciptaan secara bersama-sama
Untuk itu tegasnya, pada tahun pelayanan 2025 merupakan tahun implementasi akhir dari pasca bergereja kita sehingga diharapkan dalam sidang ke-8 Jemaat Passo Utara, akan membawa secara tuntas dan menghitung secara cermat efektifitas waktu dalam menyusun dokumen perencanaan ditahun 2025 – 2030, maka diharapkan pembuatan program kita (jemaat) akan difokuskan pada semester pertama dan proses pendampingan di tahun 2025 merupakan proses pendampingan terakhir kita sebagai majelis pekerja klasis masa pelayanan 2020-2025.
“Saya mewakili Majelis Pekerja Klasis Ambon Timur mengucapkan terimakasih atas kerja sama selama ini dalam pelayanan yang sama-sama kita persembahkan bagi kemuliaan nama Tuhan dan saya mohon maaf atas keterbatasan kami dan kita tetap berdoa bahwa Ia Sang Kepala Gereja tetap menuntun langkah kita bersama dan juga kita berterimakasih kepada pemerintah baik provinsi, kota, kecamatan dan negeri passo yang telah menjadi mitra kerja kita selama ini,” Tutupnya.
Dalam kesepatan yang sama, ketua Majelis Jemaat GPM Passo Utara Ibu Pdt. Elvin M Alfons / Vasaksili dalam sambutan menekankan adanya saling dukungan dari setiap jemaat dalam melayani pekerjaan Tuhan sehingga proses persidangan ke-8 saat ini boleh terlaksana dengan kerja keras dari bapak/ibu basudara panitia saat ini. Dan tidak lupa ia pun mengucap syukur kepada Tuhan Yesus Kristus sang kepala gereja sehingga proses evaluasi kerja dalam pelayanan dalam Jemaat GPM Passo Utara saat ini dalam keputusan sidang ke- 7 Jemaat GPM Passo Utara dan juga rancangan pelayanan di tahun 2025, serta pengangaran pelayanan serta hal-hal aktual pelayanan lainnya yang akan diputuskan dalam proses persidangan saat ini.
Menurutnya, pada tahun 2024 yang telah kita lalui banyak peristiwa yang telah jemaat ini lalui dalam perjalanan pergumulan pelayanan. Yang mana pemekaran unit pelayanan dari 19 unit pelayanan menjadi 26 unit pelayanan, ini tentu menjadi sesuatu yang memenuhi rasio pelayanan yang ideal sesuai dengan regulasi gereja dimana dalam jemaat ini terdapat kurang lebih 700 kepala keluarga 2000 lebih jiwa dalam jemaat dengan 15-20 kepala keluarga per unit pelayanan. Dan terlihat pada kemarin saat ditahbiskan ada terdapat 26 pasang pelayan baik itu penatua dan diaken dalam jemaat.
Olehnya, dia berharap dengan pertolongan Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja semua pelayanan semakin terjangkau dan terlayani dalam pelayanan dengan maksimal.
“Memasuki tahun pelayanan 2025 ini kita masih dalam pergumulan pelayanan maupun pembangunan fisik bangunan gereja dan juga pembangunan pastori 2 dan pembangunan gedung gereja pada sektor Diaspora serta renovasi gedung Gereja Bukit Kemuliaan yang mana saat ini menjadi tempat persidangan ke – 8 jemaat GPM Passo Utara yang terdampak gempa bumi tahun 2019 kemarin” tuturnya. Selain itu dirinya juga berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah Kota Ambon terkait akses jalan Jemaat GPM Passo Utara, baik itu jembatan penghubung antar sektor Jemaat GPM Passo Utara yang perlu di perhatikan dalam mendukung pelayanan yang telah diputuskan dalam sidang ke 7 dan telah diusulkan ke pemerintah Kota Ambon, namun sampai dengan saat ini belum terjawab terkait dengan akses pada sektor hermon yang harus melintasi sungai dengan tidak memiliki akses (jembatan) dalam melaksanakan pelayanan.
Selain itu dalam sambutan sekaligus membuka persidangan ke – 8 Jemaat GPM Passo Utara, Pj Walikota Ambon Dominggus Kaya yang hadir saat itu menjelaskan sebagai orang percaya sudah sepatutnya kita naikan puji syukur kepada Yesus Kristus Kepala Gereja karena kasihnya saat ini kita dapat melaksanakan proses sidang ke-8 jemaat GPM Passo Utara.
Menurutnya, sebagai pemerintah daerah saat ini terus melaksanakan tugas dan tanggungjawab dalam melayani masyarakat dalam tiga program utama, yaitu melanjutkan program prioritas yang sudah berjalan, melaksanakan pembangunan pelayanan yang terfokus dan lebih terarah.
“Terlihat semua program ini sangat sederhana, namun saat kita masih mengkaji semakin mendalam, banyak persoalan yang harus kita sama-sama selesaikan dengan baik, baik itu persoalan pendidikan, kesehatan, infrastruktur sampai pada sarana dan prasarana”Ucapnya.
Dan ini terlihat persoalan yang harus diselesaikan lanjutnya, seperti apa yang diutarakan dalam sambutan ketua Majelis Jemaat GPM Passo Utara terkait dengan infrastruktur yang ada di dalam jemaat ini.
Olehnya dia berharap, akan terus berusaha dapat diselesaikan dan bila tidak terlaksana akan dilanjutkan oleh kepala daerah divinitif nantinya yang akan dilantik akhir bulan ini untuk melanjutkan program-program yang sudah ditetapkan bersama dalam pembangunan kota ambon ke depan.(CM/009)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar