Litmas Awal 51 Warga Binaan, Lapas Piru Perkuat Pembinaan Berbasis Kebutuhan
Piru,CM — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru terus memperkuat kualitas pembinaan Warga Binaan melalui pendekatan yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) Awal terhadap 51 Warga Binaan yang berlangsung selama tiga hari, Selasa (1/9) hingga Kamis (3/9).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh lima Pembantu Pembimbing Pemasyarakatan (PPK) Lapas Piru, yakni Risard Chandra Nahamau, Jumardin Aqil Pea, Fandy Ahmad, Verrel V. Ayhuwan, dan Maimuna Talla.
Melalui wawancara langsung dan pendekatan personal, para PPK menggali berbagai informasi penting mengenai latar belakang kehidupan, kondisi pribadi, potensi, kebutuhan, hingga permasalahan yang dihadapi masing-masing Warga Binaan.
Salah satu PPK Lapas Piru, Jumardin Aqil Pea, mengatakan Litmas Awal menjadi tahapan penting untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai karakteristik setiap Warga Binaan.
“Setiap Warga Binaan memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Karena itu, wawancara kami lakukan secara langsung dan terbuka agar informasi yang diperoleh dapat menjadi gambaran awal mengenai karakteristik, kebutuhan, maupun potensi masing-masing,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan personal diperlukan agar proses penggalian informasi tidak hanya menghasilkan data administratif, tetapi juga mampu memberikan gambaran nyata mengenai kondisi Warga Binaan.
Sementara itu, Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Wikrama Jaya, menegaskan hasil Litmas memiliki peran strategis dalam membangun basis data pembinaan yang akurat dan sesuai dengan kondisi individu.
“Litmas membantu kami memastikan bahwa informasi mengenai Warga Binaan tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi juga memberikan gambaran mengenai kondisi dan kebutuhan mereka. Data tersebut nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pembinaan selama menjalani masa pidana,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Muh Ramdhan Basir, menyampaikan bahwa hasil pemetaan dari Litmas akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan arah program pembinaan bagi Warga Binaan.
“Informasi dari Litmas menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pembinaan yang akan diberikan. Kami ingin potensi yang dimiliki Warga Binaan dapat diarahkan melalui kegiatan yang produktif, baik pembinaan kepribadian maupun kemandirian,” ujarnya.
Kalapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa pembinaan yang efektif harus dimulai dengan pemahaman yang baik terhadap kondisi dan kebutuhan setiap individu.
“Kami ingin setiap Warga Binaan mendapatkan proses pembinaan yang terarah sejak awal. Dengan memahami kondisi dan potensinya, Lapas dapat memberikan intervensi pembinaan yang lebih tepat sekaligus mempersiapkan mereka agar memiliki bekal yang cukup ketika kembali ke lingkungan masyarakat,” tegasnya.
Pelaksanaan Litmas Awal terhadap 51 Warga Binaan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Piru dalam menghadirkan sistem pembinaan yang lebih tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.
Dengan pemetaan kondisi, kebutuhan, serta potensi sejak awal, Lapas Piru berharap setiap Warga Binaan dapat memperoleh pembinaan yang sesuai dan mampu mengembangkan kapasitas diri sebagai bekal untuk kembali dan beradaptasi secara positif di tengah masyarakat.( CM/ML/**)
0 Komen